#Bimbingan Keempatbelas 
#Awas! Bahaya HP bagi Para Wanita 
 
Para wanita itu adalah orang-orang yang kurang akal dan kurang agamanya. Oleh karena itulah disebutkan dalam sebuah hadits bahwa Abu Sa'id Al Khudri radhiyallahu 'anhu berkata : 
|Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam keluar pada hari 'Idul Adha atau 'Idul Fithri manuju mushalla, kemudian beliau melewati sekumpulan wanita, maka beliau pun bersabda : "Wahai sekalian wanita, bershadaqahlah kalian, karena sungguhnya aku melihat kalian adalah penghuni an-nar (nereka) yang paling banyak." 
|Mereka (para wanita tadi) bertanya: "Mengapa bisa demikian wahai Rasulullah?" 
|Beliau bersabda : Kalian banyak melakukan caci maki dan membangkang pada suami. Dan aku tidak pernah melihat (manusia) yang kurang akal dan agamanya namun mempermainkan akal kaum pria yang bijak dari pada kalian. 
|Mereka (para wanita) berkata : 'Apa yang dimaksud dengan kurangnya agama dan akal pada kami wahai Rasulullah?' 
|Beliau bersabda: Bukankah persaksian seorang wanita itu sama dengan setengah persaksian seorang laki-laki? 
|Kami mengatakan : 'Ya, benar.' 
|Beliau bersabda: Itulah di antara bentuk kurang akalnya. Dan bukankah seorang wanita jika haid, dia tidak shalat dan tidak berpuasa? 
|Mereka menjawab: 'Ya, benar.' 
|Beliau bersabda: Itulah di antara bentuk kurang agamanya. 
|(HR. Al-Bukhari 298, Muslim 80) 
Bahaya alat (HP) ini bagi para wanita sangatlah besar, terutama pada sesuatu yang bisa menimbulkan fitnah dan tipu daya. Dan juga pada perkara yang terkadang mengejutkan berupa kalimat-kalimat manis, yang tampak dari luar itu seolah-olah merupakan rahmah (kasih sayang) namun pada hakekatnya itu adalah adzab. Sebagian wanita terkadang tidak mampu bersikap dengan tepat ketika menghadapi hal-hal yang demikian, bahkan terkadang terpengaruh olehnya. Ini terutama menimpa sebagian pemudi yang sudah mencapai masa pubertas, yang mereka itu tidak bisa melihat perkara yang bermanfaat/positif bagi diri mereka sendiri tanpa adanya perhatian dan pengawasan dari orang- orang yang mengurusi (wali-wali) mereka, yaitu anak-anak yang tidak membentengi dirinya dengan Al-Qur`an dan As-Sunnah. 
Memberikan kesempatan kepada seorang wanita untuk memegang HP, sehingga HP tersebut terus bersama dia, baik di kamarnya, di jalan, pasar dalam keadaan tanpa adanya pengawasan dan perhatian dari walinya dari kalangan orang-orang yang bertaqwa, sehingga mereka bebas menelepon dan berbicara dengan siapa saja sekehendaknya, berkawan dengan siapa saja baik laki-laki maupun perempuan, janjian dengan mereka, kecuali wanita yang memang Allah beri rahmat kepada mereka , maka ini wahai ummat Islam adalah peringatan penting. 
Sungguh wanita itu sangat lemah, dia sangat mudah larut dan rusak di tengahtengah fitnah ini, dan syaithan mempermainkan mereka semaunya. 
